Social Icons

Sejarah Pramuka Kalimantan Barat dan Perkembangannya


Awal aktifnya Pramuka di kalimantan barat adalah sekitar tahun 1961 , Sedangkan terbentuknya gerakan Pramuka tersebut sekitar tahun 1864 yang pada saat itu J.J Kora di angkat menjadi " Kak Kwarda " pada Musda pada tahun 1965 .

berikut adalah Kwarda Kalbar dari awal terbentuk hingga sekarang
J.J Kora . Dalam masanya , beliau lebih mengutamakan refitalisasi . Refitalisasi berarti proses , atau cara , atau perbuatan menghidupkan kembali . Selang waktunya , beliau di gantikan oleh Kolonel Purn. Subianto sebagai kak Kwarda kedua . Tak jauh berbeda , kemajuan yang di lakukan oleh seorang mantan militer ini pun sama dengan kwarda sebelumnya , beliau masih menjalankan refitalisasi untuk memajukan pramuka di kalbar ini . kak kwarda kita yang ketiga adalah Daud Montain . dalam agendanya  selain refitalisasi , beliau juga menutamakan pelatihan -pelatihan untuk para pelatih agar lebih Professional . Berikutnya adalah kak kwarda kita yang ke-4 yaitu Drs. Hendri Usman . Beliau kembali pada refitalisasi ke-pramukaan kalbar , yaitu membangun pramuka agar lebih maju . beliau menjabat sebagai kwarda dari tahun 2003 - 2008 saja , seterusnya di lanjutkan oleh H Suryadi MS . Sampai saat ini beliau masih menjabat sebagai kak kwarda kalbar dengan misi membangun pramuka kalbar dengan pelatihan sebagai bentuk kemajuannya . Beliau ingin mengubah imej pramuka yang kuno dengan pelatihan-pelatihan yang menggunakan juklak dan juknis yang pada akhirnya akan memberikan suatu hal positif bagi pencitraan pramuka itu sendiri . Beliau meyakinkan, eksistensi Kalbar dalam pengembangan gerakan pramuka sudah tidak diragukan lagi. Terbukti, pramuka Kalbar diberikan kesempatan mengikuti berbagai macam kegiataan kepramukaan hingga tingkat internasional.

Dalam jumlahnya , anggota gerakan pramuka kalimantan barat dari mulai terbentuk sampai dengan sekarang , telah mencapai kurang lebih 400 ribu anggota yang terdiri dari pramuka Siaga , Penggalang , Penegak , dan Pandega . Hal ini telah menunjukan betapa antusiasnya masyarakat kalimantan barat terhadap gerakan pramuka .

Pemakaian seragam menurut PP Seragam Pramuka

Menanggapi masalah curhat-curhatan.com


Benar gak kalo berbicara masalah seragam, daerah lebih baik dari kota???
yaa..kenyataannya demikian, anak kota hanya bisa nyolot. buktinya mereka lebih amburadul, terutama masalah patch (tampelan) penghargaan, ntah ape-ape jak yang di temple dan tak ade makne atau sertifikat kejelasan dari yang memberikan penghargaan. masalah memakai PP baru atau PP lama itu kayaknya mereka lebih paham, tapi di lapangan mereka belum bisa menerapkan itu. Kenyataannye kota berkiblat pada Kabupaten Pontianak.

Berbicara masalah PP seragam, masalahnya di dana boss, individu masing-masing, kalo tuh orang mampu selalui menyesuaikan PP seragam Pramuka yaa gak ada masalah, tapi ni klo untuk orang tadak, gimane??apa lagi PP baru hanya merubah kocek celane cowok bagian belakang yang dulunye pakai tulang / temple sekarang tidak pakai tulang / kedalam (kayak celana polri), rok penggalang yang belahan 2 (dua) menjadi 1 (belahan) disamakan dengan penegak dan celana peggalang ditambah kocek samping, (sekirenye ade tambahan boleh ditambah).
Trus yang repot ni untuk mereka yang baru buat seragam ni yang susah nak nyuruh nye buat lagi. Mending kalo pemerintah yang bayarkan untuk bikin seragam. Kite sesame Pembina ni menyadari gak bee betape susahnye nak nyuruh anak-anak ni Pramuka, eh nak nyuruh die pula beganti seragam teros. 
Yang penting didulukan tu, tempelan (patch) yang ade di baju tu, dah betol ke belom warne nomor gudep tu, dah betol ke belom syarat nak makai selepang TKK tu,  Jangan pula makai selepang TKK yang TKK wajib nye tak ade nempel sebutik pun di lengan kanan tu, Dah sesuai belom warne jilbab same warne yang ditentukan tu (untuk yang makai jilbab), Dah betol ke belom ketentuan makai kaos kaki tu?. Masih gak banyak penegak wanita yang makai kaos kaki. (waktu PANDAR ikut serta dalam kegiatan terbesar di Kalbar yang dari daerah-daerah jauh pun ade). Untuk pemakaian celane oleh wanita dalam pakaian seragam Pramuka tu salah, karena tak ade aturan di PP kalo wanita memakai celana, tapi yang di PP tu “rok”, tapi di perlombaan di daerah ni dikasi toleransi.

Dah tau arti seragam Pramuka kan??(tidak bermaksud menggurui, tetapi hanya menegaskan).
Tanah (celana), air (baju) Indonesia (hasduk/kacu) diikat menjadi satu kesatuan (ring/cincin pengikat kacu/hasduk), berdomisili di Provinsi masing-masing / Kwarda (patch kwarda) , berkedudukan di  Kabupaten/Kota masing-masing (patch tulisan Kab. / Kota), berpangkalan di  Gudep masing-masing (nomor gudep).


Tanah air Indonesia yang diikat menjadi satu kesatuan, berdomisili di Kalimantan Barat, berkedudukan di Kabupaten Pontianak dan berpangkalan di 01.001 / 01.002 (SMP Negeri 1 Mempawah Hilir)

Peserta Jamnas 2011 Kontingen Cabang Kabupaten Pontianak


KWARRAN 01 - MEMPAWAH HILIR (4 putra - 5 putri)

1. Indah Lestari (PANDAR)
2. Veny Karlina (PANDAR)
3. Nur Devianti (PANDAR)
4. Ade Cahyo Islami (YADA)
5. M. Ridha Rivaldi (YADA)
6. Nadya Ayu Laksmi (YADA)
7. Refi Ariqah (YADA)
8. Raden Dipo Prawira (KH.Agus Salim)
9. Angga Andika

    KWARRAN 02 - SUI KUNYIT (2 putra - 2 putri)
    1. Lian Fitra
    2. Abdul Haris
    3. Ana Stevani
    4. Rory Putri Sartika

    KWARRAN 03 - SUI PINYUH (2 putra - 2 putri)

    1. Muhrizal
    2. Mursalim
    3. Zulfa Rinanda
    4. Halimah

    KWARRAN 04 - TOHO (1 putra - 1 putri)
    1. Agri Agusta
    2. Eka Apriyanti

    KWARRAN 05- SIANTAN (4 putra - 2 putri)

    1. M.Fauzi (PANSA)
    2. Isya Nur Bachtiar (PANSA)
    3. Tasriqah Siti Hajar (PANSA)
    4. Fiqri Ardiansyah (DAMA)
    5. Ariawati (DAMA)
    6. Dio Anugrah (SOERA)

      KWARRAN 06 - SEGEDONG (2 putri)

      1. Ayu Suwandari Puma
      2. Nur Fitriani

      KWARRAN 07 - ANJONGAN (Tidak mengirim utusan)

      KWARRAN 08 - MEMPAWAH TIMUR (2 putra - 2 putri)

      1. Ronny Apriyanto
      2. Yopi Saputra (TC)
      3. Nesya Andita (TC)
      4. Erni Damayanti

      KWARRAN 09 - SADANIANG (Tidak mengirim utusan)

      Eksekutif Pramuka Pensiun Setelah 40 Tahun


      Setelah 40 tahun sebagai Scouter profesional, Lloyd Roitstein akan pensiun pada tanggal 30 Juni 2011. Roitstein tersenyum ketika ia mengatakan, "Sekarang saya bisa menjadi seorang sukarelawan lagi."

      Roitstein adalah Scout Eagle. Dia lulus dari Universitas Nebraska di Omaha pada tahun 1971, dan kemudian ia memulai karirnya dengan Boy Scouts of America. Sebelum menjadi Pramuka Eksekutif Dewan Mid-Amerika yang berbasis di Omaha, Roitstein menjabat sebagai Direktur Wilayah Daerah Utara-Tengah, Scout Eksekutif untuk Okaw Valley Dewan di Belleville, Illinois dan Direktur Bidang Pelayanan, Direktur Bidang dan Kabupaten Eksekutif untuk Mid-Amerika Council.
      "Ketika saya melihat kembali prestasi dari Boy Scouts of America, Mid-Amerika Dewan, saya mendapat kehormatan. Saya memiliki kenangan indah yang tak terhitung jumlahnya, datang kembali ke saat aku masih muda. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu hidup dan bernafas untuk Pramuka. Aku "pernah menjadi Eagle, selalu Eagle" dan saya bangga dengan Pramuka yang telah membuat dampak pada kehidupan saya dan ribuan pemuda yang pernah saya lihat berhasil selama 40 tahun terakhir dari karir profesional saya di Pramuka, "kata Roitstein.

      Isue Kepindahan Max Sosia Jaya dari PANDAR

      Max Sosia Jaya, A.Md adalah sosok Pembina yang juga menjadi sosok Ayah bagi anak-anak Pandar. Tak dapat dipungkiri, segala hal yang bersangkutan dengan pramuka dan masalah di luar pramuka, anak-anak selalu berbagi kepadanya, sampai dengan masalah orang tua dirumah dan masalah percintaan anak remaja. Beliau mulai membina di SMP Negeri 1 Mempawah pada tahun 2002, dimulai dari 0 (Nol) beliau membangun Pramuka di SMP Negeri 1 Mempawah setelah sempat vacuum selama 2 tahun lebih. Terus berjalan dan terus membina, membawa peserta didik di medan perlombaan dan menemui kegagalan tak jadi penghalang bagi beliau, sampai pada akhirnya membentuk Gudep umum di SMP Negeri 1 Mempawah, dengan penambahan anggota Penegak yang beranggotakan alumni dari SMP N 1 sendiri. Sukses dengan dibentuknya Gudep Umum, beliau terus membina dan dengan banyaknya halangan dengan Penegak yang mayoritas anggotanya adalah siswa SMA yang juga mempunyai Gudep sendiri, siswa-siswa tersebut mendapat kecaman dari Guru karena dilarang latihan Pramuka yang diluar sekolah. Dahulu memang belum ada peraturan / PP yang menyebutkan perintah dimana saja kita boleh berlatih Pramuka, hal tersebut dihadapi dengan kekompakan dan kebersamaan.  Tetapi sekarang PP itu sudah ada, jadi siapa yang mau membantah??