Social Icons

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Pemakaian seragam menurut PP Seragam Pramuka

Menanggapi masalah curhat-curhatan.com


Benar gak kalo berbicara masalah seragam, daerah lebih baik dari kota???
yaa..kenyataannya demikian, anak kota hanya bisa nyolot. buktinya mereka lebih amburadul, terutama masalah patch (tampelan) penghargaan, ntah ape-ape jak yang di temple dan tak ade makne atau sertifikat kejelasan dari yang memberikan penghargaan. masalah memakai PP baru atau PP lama itu kayaknya mereka lebih paham, tapi di lapangan mereka belum bisa menerapkan itu. Kenyataannye kota berkiblat pada Kabupaten Pontianak.

Berbicara masalah PP seragam, masalahnya di dana boss, individu masing-masing, kalo tuh orang mampu selalui menyesuaikan PP seragam Pramuka yaa gak ada masalah, tapi ni klo untuk orang tadak, gimane??apa lagi PP baru hanya merubah kocek celane cowok bagian belakang yang dulunye pakai tulang / temple sekarang tidak pakai tulang / kedalam (kayak celana polri), rok penggalang yang belahan 2 (dua) menjadi 1 (belahan) disamakan dengan penegak dan celana peggalang ditambah kocek samping, (sekirenye ade tambahan boleh ditambah).
Trus yang repot ni untuk mereka yang baru buat seragam ni yang susah nak nyuruh nye buat lagi. Mending kalo pemerintah yang bayarkan untuk bikin seragam. Kite sesame Pembina ni menyadari gak bee betape susahnye nak nyuruh anak-anak ni Pramuka, eh nak nyuruh die pula beganti seragam teros. 
Yang penting didulukan tu, tempelan (patch) yang ade di baju tu, dah betol ke belom warne nomor gudep tu, dah betol ke belom syarat nak makai selepang TKK tu,  Jangan pula makai selepang TKK yang TKK wajib nye tak ade nempel sebutik pun di lengan kanan tu, Dah sesuai belom warne jilbab same warne yang ditentukan tu (untuk yang makai jilbab), Dah betol ke belom ketentuan makai kaos kaki tu?. Masih gak banyak penegak wanita yang makai kaos kaki. (waktu PANDAR ikut serta dalam kegiatan terbesar di Kalbar yang dari daerah-daerah jauh pun ade). Untuk pemakaian celane oleh wanita dalam pakaian seragam Pramuka tu salah, karena tak ade aturan di PP kalo wanita memakai celana, tapi yang di PP tu “rok”, tapi di perlombaan di daerah ni dikasi toleransi.

Dah tau arti seragam Pramuka kan??(tidak bermaksud menggurui, tetapi hanya menegaskan).
Tanah (celana), air (baju) Indonesia (hasduk/kacu) diikat menjadi satu kesatuan (ring/cincin pengikat kacu/hasduk), berdomisili di Provinsi masing-masing / Kwarda (patch kwarda) , berkedudukan di  Kabupaten/Kota masing-masing (patch tulisan Kab. / Kota), berpangkalan di  Gudep masing-masing (nomor gudep).


Tanah air Indonesia yang diikat menjadi satu kesatuan, berdomisili di Kalimantan Barat, berkedudukan di Kabupaten Pontianak dan berpangkalan di 01.001 / 01.002 (SMP Negeri 1 Mempawah Hilir)

Diskriminasi dalam Kegiatan Pramuka

Diskriminasi, merupakan perlakuan yang tak adil terhadap individu tertentu, atau hanya melayani individu tertentu. Inilah yang harus kita hilangkan dalam kegiatan kepramukaan. Hal ini bisa membuat individu yang merasa mendapat perlakuan tak adil merasa minder atau kecewa dengan sikap yang tak memperdulikan dirinya. Seseorang bisa saja menganggap dirinya merasakan diperlakukan tidak adil ketika dirinya tidak mendapat perhatian, diacuhkan, bahkan merasa tak dianggap dalam suatu kelompok.
Ada beberapa kemungkinan yang terkadang diskriminasi dapat dirasakan

Tips pembentukan adat ambalan dan sandi ambalan / racana



Adat Ambalan-Racana


Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana.



Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka.



MEMAHAMI ADAT AMBALAN/ RACANA.

"Hilangkan Persepsi, Pramuka Hanya Kemah Semata!!!"

PERSEPSI ini adalah pemikiran dan pandangan yang salah dari masyarakat yang mengatakan pramuka adalah suatu kegiatan perkemahan semata. Mungkin ketika dikatakan, "kita akan melakukan kegiatan pramuka…!" orang awam akan berpikiran dengan pendeknya, pramuka hanyalah kegiatan bikin kemah, tidur di tenda, masak, makan serta sedikit canda tawa.
Padahal jauh dibalik itu, pramuka memiliki arti yang sangat penting dalam kemajuan kreatifitas pemuda. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA), bapak Drs.H Burhasman Bur,MM , yang sekaligus menjabat sebagai ketua harian Kwartil Daerah Sumbar.
"Pramuka adalah Gerakan pendidikan, yaitu pendidikan non formal, dimana gerakan ini lebih berfungsi sebagai penambah, pelanjut, sekaligus media aplikasi dari pendidikan formal."

Hal ini disampaikan beliau pada upacara pembukaan pelatihan Jurnalistik Kwarda 03 Sumbar, di Padang Besi, Padang. Mulai dari tanggal 18-20 desember 2009.Yang diikuti oleh utusan kwarcab se Sumatera Barat. Diantaranya adalah Danang Seto dari kwarcab Agam,Dieva dari Padang Panjang, Sonfia Putra dari Pariaman, M.Iskandar dari kwarcab 50 kota dan utusan dari Universitas Andalas. Peserta pelatihan Jurnalistik direncanakan berjumlah 45 orang, namun dalam kenyataannya yang hadir hanya 18 orang terdiri dari laki-laki dan wanita dari 8 kwarcab yang hadir.
Selain itu, Kak Bur juga menuturkan,bahwa kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini berfungsi untuk proses Revitalisasi, yaitu proses pengembalian pramuka di tengah-tengah masyarakat, hal ini agar hilangnya persepsi buruk masyarakat pada pramuka, yang mengenal pramuka hanyalah kegiatan kemah belaka.
Upacara pembukaan berlangsung dengan hikmatnya, walau hujan merundung Padang Besi dengan sangat derasnya pada jum'at malam itu, sekitar pukul 08.20 WIB. Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan nyanyi Hymne Pramuka. Selain diikuti oleh para peserta, pembukaan itu juga dihadiri oleh Kak John Rahmad yang merupakan ketua bidang Humas Kwartil Daerah, kakak-kakak pengurus DKD dan DKC, serta pengurus Kwartil Daerah lainnya ikut hadir pada upacara pembukaan itu.
Suasana semakin haru ketika dibacakannya Sandi Ambalan Tuah Sakato oleh kakak pelaksana, sedikit kutipannya,
".....Apa yang kita rasakan, kita alami
Dan yang akan kita hadapi Adalah
Sesuatu yang penuh dengan perjuangan.
Tapi ingat sebesar-sebesar kebahagian, 
Adalah kebahagiaan setelah melakukan kerja yang penuh dengan perjuangan".


Begitu hanyut para peserta ketika mendengarkannya.
Sebelum ketua harian mengakhiri sambutannya, beliau menitipkan pesan.
Dengan diadakan pelatihan ini, beliau berharap pramuka akan lebih maju, dengan adanya para jurnalistik pramuka yang handal, karena kurangnya publikasi kepada masyarakat baik melalui media massa, maupun media elektronik, membuat masyarakat tidak tahu dan tidak mengerti tentang pentingnya jiwa pramuka dalam peningkatan kreatifitas, khususnya para generasi muda. Sehingga terbentuknya,
"Remaja Yang Waras, ditengah Zaman Yang Edan" tambah ketua harian Kwarda
Sumbar, Drs.H.Burhasman Bur,MM.
Sungguh menarik kata dari pak ketua harian ini.Semangat dari kakak pembina dan kakak narasumber sangat mendukung pelaksanaan pelatihan ini.Walau penuh dengan kesederhanaan baik di segi fasilitas dan media penyampaian pemateri.
"Tidak Ada Peran Kecil Selama dilakukan dengan Penuh Keikhlasan", tutur seorang kakak pembina, ketika penulis berdialog dengannya.