Social Icons

Permintaan Maaf dari PANDAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Pramuka
Kami dari Keluarga Besar PANDAR berusaha untuk mengintrospeksi diri.
Dari sini kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman Pramuka semua yang mungkin secara tidak sengaja kami telah melakukan kesalahan, kami menyadari bahwa kami juga tak terlepas dari khilaf.
Kami juga berterima kasih atas kritik,serta komentar yang diberikan, karena kita juga tidak dapat menilai diri kita sendiri, tetapi yang menilai adalah orang lain.

Bupati Pontianak Sahkan Perbup Penggunaan Pakaian Pramuka Bagi Guru PNS di Kab.Pontianak


Mempawah (10/1/2012), Pemerintah Kabupaten Pontianak belum lama ini telah menetapkan peraturan baru terkait pakaian Dinas bagi Guru PNS dilingkungannya.Tepat pada tanggal 19 September 2011, Peraturan Bupati Tersebut telah ditandatangani oleh Drs.H.Ria Norsan,MM.MH selaku Bupati Pontianak. Dan salah satu point yang tentunya merupakan sebuah penghargaan bagi Gerakan Pramuka adalah dimana pada pasal 2 ayat 4 terdapat seragam Pramuka sebagai salah satu Pakaian Dinas yang akan digunakan oleh Para Guru di Wilayah Kabupaten Pontianak mulai tahun 2012.
Hal ini tentunya akan semakin memperkuat dan mempertegas  Eksistensi Gerakan Pramuka di Kabupaten Terkecil di Kalimantan Barat ini. (Rudy, DKC Mempawah)

Terima Kasih Kritik dan Sarannya

Menurut saya dalam organisasi rasanya wajar-wajar saja karena didalam diri manusia mempunyai sifat emosional yang kadangkala susah dikendalikan, masalah konflik antar Pembina menurut saya biasa-biasa saja, karena kita tidak tahu persis siapa yang benar dan siapa yang salah dan kita tidak tahu akar permasalahannya selama ini yang kita hadapi.
Kami seluruh Keluarga besar PANDAR dari Penggalang sampai Dewan Kehormatan merasa sangat bangga mempunyai Pembina seperti Kak Max, beliau mau berkorban moril, materil dan pantang menyerah. PANDAR bisa besar karena beliau, dan

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Keluarga Besar PANDAR mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Adha 

10 Zulhidjah 1432 H


Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan serta selalu mendapatkan ridho-Nya.

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia
Salam Pramuka

Menilik Kolone Tongkat Pramuka

Mempawah, Kal-Bar, Jika di Militer ada Kolone Senjata, di Pramuka ada Kolone Tongkat. Kolone Tongkat bisa diartikan sebagai atraksi bermain tongkat pramuka oleh sekelompok anggota pramuka, biasanya terdiri paling sedikit dengan 10 anggota Pramuka dan mungkin bisa kurang dari itu. Tak tahu pasti kapan kolone tongkat mulai dimainkan dan siapa yang memulai atau pencetusnya. Lain lubuk lain ikannya, yaa mungkin begitu pepatah yang pantas mengartikan variasi dari kolone tongkat itu sendiri, lain daerah, lain pula aturan yang ditetapkan untuk kolone tongkat, dan sangat jauh berbeda cara bermainnya.
Bermain tongkat dengan gerakan yang dipadukan dengan baris berbaris membuat indah permainan tongkat dan tegas. Hal ini juga dapat melatih anggota untuk melatih ketangkasan.
Saat ini kolone tongkat tengah berkembang di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Pontianak dan sekitarnya. Di Daerah Kabupaten Pontianak Kolone Tongkat merupakan kegiatan paling bergengsi dantara kegiatan lainnya. Perlombaan ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta, jika dulu kolone tongket banyak menggunakan variasi yang tidak penting seperti ditambahkan sedikit tarian-tarian. Dan banyak kritikan dari berbagai kalangan, sekarang banyak dilakukan perbaikan-perbaikan dan terus berkembang. Sadar akan kritikan-kritikan yang terus dilontarkan oleh anak-anak yang tidak setuju jika Kolone Tongkat menggunakan tarian-tarian, dan menghilangkan satu demi satu hal-hal yang di anggap kurang pantas untuk kolone tongkat.
Banyak kontroversi yang terjadi, perbedaan pendapat antara satu dengan yang lain tentang bermain tongkat. Ada yang berpendapat sifat dan perlakuan tongkat disamakan dengan senjata militer, tidak boleh diinjak, dipukulkan, dibanting, dan lain-lain. Logikanya, jika kita menilik pada senjata militer, jelas senjata tak boleh diinjak dipukulkan dan dibanting karena dapat merusak senjata. tetapi apakah sama sifat senjata dengan tongkat yang hanya terbuat dari kayu?, tentu teman-teman berpikir tidak sama.
Memang untuk gerakan atau variasi tongkat tidak ada hak cipta atau hak paten, tetapi kita bisa menghargai karya orang lain untuk itu. Siapa yang menanam dia yang memanen. Toh pohon mangga dihalaman rumah kita, klo berbuah dan buahnya dicuri orang, tentu kita marah dong, kan tidak ada hak patennya juga,hehe...
Tetapi hal itu bisa kami ambil hikmahnya, berarti semakin banyak variasi kami ditiru itu menandakan variasi kami bagus dan semakin kami dituntut berpikir untuk menciptakan variasi baru, dan terus berkarya, dan kreatifitas kami akan semakin meningkat.

Untuk melihat sekilas bagaimana kolone tongkat saat ini di Kabupaten Pontianak
kami upload sebagian video ini untuk kakak-kakak dan adik-adik,