Social Icons

Terima Kasih Kritik dan Sarannya

Menurut saya dalam organisasi rasanya wajar-wajar saja karena didalam diri manusia mempunyai sifat emosional yang kadangkala susah dikendalikan, masalah konflik antar Pembina menurut saya biasa-biasa saja, karena kita tidak tahu persis siapa yang benar dan siapa yang salah dan kita tidak tahu akar permasalahannya selama ini yang kita hadapi.
Kami seluruh Keluarga besar PANDAR dari Penggalang sampai Dewan Kehormatan merasa sangat bangga mempunyai Pembina seperti Kak Max, beliau mau berkorban moril, materil dan pantang menyerah. PANDAR bisa besar karena beliau, dan

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Keluarga Besar PANDAR mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Adha 

10 Zulhidjah 1432 H


Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan serta selalu mendapatkan ridho-Nya.

Satu Pramuka untuk Satu Indonesia
Salam Pramuka

Menilik Kolone Tongkat Pramuka

Mempawah, Kal-Bar, Jika di Militer ada Kolone Senjata, di Pramuka ada Kolone Tongkat. Kolone Tongkat bisa diartikan sebagai atraksi bermain tongkat pramuka oleh sekelompok anggota pramuka, biasanya terdiri paling sedikit dengan 10 anggota Pramuka dan mungkin bisa kurang dari itu. Tak tahu pasti kapan kolone tongkat mulai dimainkan dan siapa yang memulai atau pencetusnya. Lain lubuk lain ikannya, yaa mungkin begitu pepatah yang pantas mengartikan variasi dari kolone tongkat itu sendiri, lain daerah, lain pula aturan yang ditetapkan untuk kolone tongkat, dan sangat jauh berbeda cara bermainnya.
Bermain tongkat dengan gerakan yang dipadukan dengan baris berbaris membuat indah permainan tongkat dan tegas. Hal ini juga dapat melatih anggota untuk melatih ketangkasan.
Saat ini kolone tongkat tengah berkembang di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Pontianak dan sekitarnya. Di Daerah Kabupaten Pontianak Kolone Tongkat merupakan kegiatan paling bergengsi dantara kegiatan lainnya. Perlombaan ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta, jika dulu kolone tongket banyak menggunakan variasi yang tidak penting seperti ditambahkan sedikit tarian-tarian. Dan banyak kritikan dari berbagai kalangan, sekarang banyak dilakukan perbaikan-perbaikan dan terus berkembang. Sadar akan kritikan-kritikan yang terus dilontarkan oleh anak-anak yang tidak setuju jika Kolone Tongkat menggunakan tarian-tarian, dan menghilangkan satu demi satu hal-hal yang di anggap kurang pantas untuk kolone tongkat.
Banyak kontroversi yang terjadi, perbedaan pendapat antara satu dengan yang lain tentang bermain tongkat. Ada yang berpendapat sifat dan perlakuan tongkat disamakan dengan senjata militer, tidak boleh diinjak, dipukulkan, dibanting, dan lain-lain. Logikanya, jika kita menilik pada senjata militer, jelas senjata tak boleh diinjak dipukulkan dan dibanting karena dapat merusak senjata. tetapi apakah sama sifat senjata dengan tongkat yang hanya terbuat dari kayu?, tentu teman-teman berpikir tidak sama.
Memang untuk gerakan atau variasi tongkat tidak ada hak cipta atau hak paten, tetapi kita bisa menghargai karya orang lain untuk itu. Siapa yang menanam dia yang memanen. Toh pohon mangga dihalaman rumah kita, klo berbuah dan buahnya dicuri orang, tentu kita marah dong, kan tidak ada hak patennya juga,hehe...
Tetapi hal itu bisa kami ambil hikmahnya, berarti semakin banyak variasi kami ditiru itu menandakan variasi kami bagus dan semakin kami dituntut berpikir untuk menciptakan variasi baru, dan terus berkarya, dan kreatifitas kami akan semakin meningkat.

Untuk melihat sekilas bagaimana kolone tongkat saat ini di Kabupaten Pontianak
kami upload sebagian video ini untuk kakak-kakak dan adik-adik,

HUT Gudep 01.001 - 01.002 Patih Gumantar & Dara Irang

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-7 setelah di bentuknya Gudep umum di pangkalan SMP Negeri 1 Mempawah Hilir. PANDAR (singkat nama Gudep) mengadakan acara kecil-kecilan di pangkalan SMP Negeri 1 Mempawah. Acara tersebut untuk mempererat tali silaturahmi antara semua anggota PANDAR baik yang masih aktif ataupun yang telah vacum, dari angkatan Penegak pertama sampai sekarang. Acara yang tidak terlalu mewah dan memanfaatkan dana sekecil mungkin, yang bertujuan hanya untuk mengumpulkan seluruh anggota penegak dan penggalang. yang penting adalah kebersamaan antar semua anggota Pandar.
Acara yang dilaksanakan pada tanggal 8 - 9 Oktober 2011 itu dimulai dari sore hari pukul 16.00 dimulai dengan upacara pembukaan dilanjutkan dengan kata sambutan Ambalan, Pembina dan Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, dan penyerahan cendramata dari anggota ke pembina.
Rencananya malam yg dilanjutkan dengan malam ramah tamah itu terancam gagal dikarenakan hujan lebat dimulai dari pukul 19.00 dan tak mengurangi rasa kebersamaan kami acara tetap berlangsung pada pukul 20.30 yang dimulai dengan cerita serta kesan dan pesan dari dewan kehormatan untuk para anggota yang masih aktif guna memotifasi untuk terus berjuang. Walau dengan minimnya dewan kehormatan yang hadir tetapi para anggota hampir seluruhnya hadir. Dilanjutkan dengan nonton video dokumentasi, rasa kebersamaan semakin kuat pada waktu itu. Sampai dengan pukul 22.30 sebagian penggalang di himbau untuk kembali kerumah masing-masing, sedangkan anggota Penegak masih tetap di Pangkalan. Nginap di pangkalan dan membicarakan persiapan untuk kegiatan selanjutnya....

Pramuka Se-Kalbar Kemah di Landak


ANGGOTA Pramuka utusan dari kwartir cabang (kwarcab) se-Kalimantan Barat mengikuti per­kemahan di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, dalam rangka menyemarakkan Hari Gerakan Pramuka ke-50 tingkat provinsi tersebut. 
“Lokasi perkemahan di areal belakang kantor bupati Landak sejak 16 - 18 September 2011. Sedangkan pada 19 September 2011 akan digelar upacara atau apel Hari Pramuka dipusatkan di halaman kantor Bupati Landak,” kata Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Landak, Ngatiman di Ngabang, akhir pekan lalu.
Upacara HUT Pramuka itu akan dihadiri sekitar 170 undang­an terdiri dari kepala SKPD di lingkungan pemerintah daerah Landak, TNI/Polri, DPRD, BUMN, BUMD, organisasi pemuda, dewan adat, tokoh agama, bupati/wali kota se-Kalimantan Barat selaku Ketua Mabicab. 
“Selain dihadiri seluruh gerakan Pramuka di Kalimantan Barat, hadir undangan dari Pra­muka Kuching Malaysia. Me­reka akan ikut menyaksikan upacara HUT Pramuka yang akan kita gelar.” 
Dalam acara itu Gubernur Kalbar Cornelis selaku Ketua Mabida Pramuka Kalbar akan menyerahkan piagam dan tanda penghargaan Lencana Pancawarsa kepada Kwartir Nasional kepada anggota Pramuka yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepramukaan di Kabupaten Landak.  (Ant/B-5)